Wow Ada Bulé!Oleh:Ahmad Ginanjar
Seperti yang sudah kita ketahui bahwa Indonesia memiliki banyak daya tarik untuk mendatangkan pengunjung. Tidak terkecuali pengunjung dari luar negeri. Dengan begitu, di Indonesia beredar dua jenis orang: pribumi dan orang asing. Orang asing? Begitukah sebutan orang selain pribumi Indonesia?
Sebenarnya, kita mempunyai beberapa istilah untuk menyebut orang-orang selain pribumi. Terlepas dari tujuan mereka untuk berkunjung, berlibur, sekolah, bahkan menetap di Indonesia. Kita mengenal istilah orang asing dan bulé.
Dalam penggunaannya, istilah orang asing secara luas dipakai karena dianggap lebih sopan dibandingkan dengan kata bulé yang terkesan menyindir bahkan cenderung menghina meskipun kita sebagai penuturnya tidak menyadari hal tersebut.
Walaupun istilah orang asing terasa sopan, tetapi istilah ini tidak mungkin dipakai selamanya. Maksud “selamanya” di sini adalah kebergantungan terhadap kondisi. Bayangkan saja, bagaimana mungkin seseorang yang berasal dari luar negeri lalu ia menghabiskan hidupnya di Indonesia, bahkan memutuskan menjadi warga negara Indonesia, tapi masih saja disebut “asing”? Bukankah keterlaluan kalau kita menyebutnya asing sedangkan kita sudah mengenalnya akrab orang tersebut?
Penggunaan kata asing dalam istilah orang asing, sepertinya bertujuan untuk memberi pemisah antara pribumi dan pendatang. Ini memang agak tidak mengenakkan. Lebih-lebih, kata asing tidak tepat digunakan untuk seseorang yang sudah tidak asing lagi. Misalnya, katakanlah saya seorang pribumi beristrikan seorang pendatang dari Inggris. Apakah saya harus menyebut istri saya dengan “orang asing”? Padahal istri saya adalah orang yang paling dekat dan akrab sepanjang waktu. Jadi, agaknya orang asing kurang cocok dipakai untuk seseorang yang berasal dari luar negeri yang sudah lama menetap dan akrab sekali dengan kita.
Ada lagi kata bulé yang dipakai untuk menyebut seseorang yang berasal dari Eropa atau Amerika. Di televisi kata ini biasa tampil sebagai sesuatu yang khas dan pasti. Sebab sudah tentu akan ada orang luar negeri berkulit putih yang muncul serempak dengan kata bulé itu ditampilkan atau diucapkan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keempat (2008), bulé berasal dari kata bulai yang berarti ‘orang (binatang dsb) berkulit putih; orang kulit putih (terutama orang Eropa dan Amerika; orang barat’.
Kesimpulan dari pengertian yang terdapat dalam KBBI tersebut, bahwa bulé bisa dipakai untuk manusia maupun untuk binatang yang berkulit putih. Maka jelaslah letak sindiran yang terlontar jika kita menggunakan kata ini—kalau merujuk pengertian nomor satu—kepada manusia. Bulé adalah sebutan untuk orang Eropa dan Amerika yang berkulit putih. Jadi, orang yang berasal dari Asia atau Afrika yang datang ke Indonesia tidak bisa disebut bulé. Kalau orang itu berkulit gelap, sekalipun berasal dari Eropa atau Amerika, tidak bisa disebut bulé. Simpulan terakhir bahwa bulé adalah orang barat. Maka orang timur, selatan, atau utara yang datang ke Indonesia tidak bisa disebut bulé. Setidaknya ini kesimpulan yang terdapat dalam pernyataan buku pedoman kata bahasa kita (baca: KBBI)
Sebenarnya, kata bulé atau bulai dipakai untuk menggambarkan seseorang (juga binatang—menurut KBBI—) yang memiliki kelainan pigmen kulit alias albino. Walaupun sebenarnya tidak semua orang bulé benar-benar albino. Kulit mereka hanya cenderung terang lalu berubah kemerahan kalau terkena sinar matahari.
Kalau begitu, istilah apa yang tepat untuk menyebut seseorang yang bukan dari Amerika atau Eropa yang datang ke Indonesia? Atau orang Amerika atau Eropa tapi tidak berkulit putih, apa sebutannya?
Bagaimana kalau kita menggunakan kata pendatang saja? Barangkali bisa mewakili sebutan semua orang yang datang ke Indonesia dari negara manapun asalnya.
Akan tetapi setelah dipikir-pikir, kata pendatang ini juga ada kendalanya. Kata pendatang merujuk pada seseorang yang baru saja datang dan belum lama menetap. Lalu bagi seseorang yang datang, menetap, berkeluarga dan memiliki anak di Indonesia, apa masih harus disebut pendatang? Apakah anaknya juga disebut pendatang juga? Atau sebutan bulé serta-merta melekat pada anak tersebut sejak dari lahir?
Semoga ada kata untuk menyebut “mereka” tanpa harus melihat warna kulit dan asal-usul “mereka” serta tidak terkesan menyindir atau menghina.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar