bicara rindu,
barangkali ia adalah bilangan yang takkan habis digenapkan
ia akan terus ganjil dan mengganjal.
bicara rindu,
barangkali aku sama payahnya
ketika harus bertahan dalam kumparan puyuh
sementara tak ada yang tersisa dari yang sekuat tenaga itu
segala poranda, semua terporak-porak.
barangkali rindu
hanya ia, yang tengadah menagih temu berkali-kali
seperti lintah darat penagih hutang
tak ada senja yang ia tak sambangi
hanya untuk membayangi
aku.
sedang aku, sudah tak punya apapun lagi
aku miskin, sayang.
bukankah kubilang bahwa segala sudah porakporanda merata tanah
sesering kau menagih
sesering itu jua aku menyanggah
kalau aku sudah miskin lagi payah
bagaimana kalau kita bikin kesepakatan,
aku keluar dari sembunyi
setelah temu, segala rindu musti lunas
sepakat?
(2014)