Wangi juga pahit kopi sudah tidak berdaya menyumbat bosan dan mengundang kesan. Kopi jadi kurang sedap dicicip.
Belum lagi, satu wajah kini menjadi aktor paling utama di rumah kepalaku. Kamu. Oke, aku panggil wanita. wanita yang aneh dan nyeleneh, tapi aku kepincut meski pertama kalinya bertatap, dan meskipun bertemu dalam kekalahan (tim saya). Tak masalah, yang paling penting saya sedang kasmaran pada wanita ini. Dan nyatanya kepalaku, kotak pesanku, dan ruangan tengah tubuhku, kerap penuh oleh rupa wanita ini. Aku tak keberatan sama sekali, lama-lamalah menginap dalam hidupku, kalau perlu menetaplah.
Aku juga sedang mengosongkan isi kepala yang awalnya tak pernah niat aku singkirkan, tapi tentulah agar kau bisa leluasa masuk kepalaku tanpa sungkan dan berdesak-desakkan.
Setelah ada kau, aku jadi jarang bosan. Dengan kata lain, kau menyelamatkanku dari kebosanan. Terima kasih.
Sekarang, tinggal bagaimana aku bersikeras menumpas-habis malas, biar hidup tak terus-terusan lemas.
Cianjur, 24 Mei 2014