Sabtu, 24 Mei 2014

Sekembalinya Aku, Semoga Kau Masih Ada.

Belakangan ini, aku sedang dilanda kemalasan yang tidak bisa digolongkan dalam kata sedikit. Malam yang menjadi pagi, kini kembali ke awal. Tidak ada keheningan di luar jendela, dalam kamar, apalagi dalam kepalaku. Segalanya penuh dan siap tumpah. Segalanya tak pernah berembuk tentang siapa dulu yang musti aku urusi. Semuanya terlalu terburu-buru keluar hingga aku kewalahan mengatur. Semua jadi ngawur.
Wangi juga pahit kopi sudah tidak berdaya menyumbat bosan dan mengundang kesan. Kopi jadi kurang sedap dicicip.
Belum lagi, satu wajah kini menjadi aktor paling utama di rumah kepalaku. Kamu. Oke, aku panggil wanita. wanita yang aneh dan nyeleneh, tapi aku kepincut meski pertama kalinya bertatap, dan meskipun bertemu dalam kekalahan (tim saya). Tak masalah, yang paling penting saya sedang kasmaran pada wanita ini. Dan nyatanya kepalaku, kotak pesanku, dan ruangan tengah tubuhku, kerap penuh oleh rupa wanita ini. Aku tak keberatan sama sekali, lama-lamalah menginap dalam hidupku, kalau perlu menetaplah.
Aku juga sedang mengosongkan isi kepala yang awalnya tak pernah niat aku singkirkan, tapi tentulah agar kau bisa leluasa masuk kepalaku tanpa sungkan dan berdesak-desakkan.
Setelah ada kau, aku jadi jarang bosan. Dengan kata lain, kau menyelamatkanku dari kebosanan. Terima kasih.
Sekarang, tinggal bagaimana aku bersikeras menumpas-habis malas, biar hidup tak terus-terusan lemas.

Cianjur, 24 Mei 2014